20110626

GUNUNG SEMERU ADVENTURE PACKAGE

PAKET PENDAKIAN GUNUNG SEMERU 


PAKET ADVENTURE DARI KOTA PROBOLINGGO

Price:
1 Person                               (Contact Us)
2-3 Person                            Rp. 2.500.000/person
4-5 Person                            Rp. 2.000.000/person
More Than 5 Person.....................Contact Us

(FREE CHARGE FOR ALL PACKAGE)
 
ROUTE:
SURABAYA JUANDA AIRPORT-PROBOLINGGO-BROMO-SUNRISE (view point)-RANU PANE-SEMERU PP


 Itinerary Paket Trekking Semeru Bromo Tour adalah sbb:

Hari 1: Surabaya – Probolinggo – Cemoro Lawang
Penjemputan di Bandara,Stasiun,Hotel Surabaya, Langsung menuju Kota Probolinggo, sampai di desa Cemoro lawang  chek in di Cafe Lava Hostel. Istirahat dan persiapan untuk menuju Ranu Pane esok pagi hari.

Hari 2 : Cemoro Lawang – Ranu Pane – Ranu Kumbolo – Kalimati

Setelah segala persiapan sudah selesai, termasuk makan pagi. Dengan kendaraan Jip Hartop menuju Ranu Pane. Perjalanan kurang lebih 2.5 jam melewati padang savana dan bukit teletubies yang sangat terkenal memiliki pemandangan luar biasa , setelah tiba di desa Ranu Pane istirahat sejenak, perijinan pendakian dan pengecekan barang bawaan . Selanjutnya start trekking ke Ranu Kumbolo (2400 mdpl) kurang lebih 5 jam, tiba di ranu kumbolo istirahat dan Makan siang. Dilanjutkan perjalanan menuju Kalimati sekitar 4 jam. Istirahat dan camping disini.

 Hari 3 : Kalimati-Puncak Semeru (3676 mdpl) – Ranu Kumbolo – Ranu Pane – Cemoro Lawang -Bromo
Sekitar pukul 02.00 setelah makan pagi,persiapan menuju ke puncak Gunung Mahameru (3676 mdpl) dengan di temani guide atau porter dari tim kami, diusahakan sebelum matahari terbit sudah tiba di puncak. Menikmati keindahan dan keagungan puncak Gunung Semeru turun kembali menuju ke Arcopodho, istirahat makan pagi. Melanjutkan perjalanan kembali ke Ranu Kumbolo (2400m) dan makan siang, kemudian kembali ke Ranu Pane dan dengan Jeep menuju Cemara lawang- Bromo. 

Tiba di kawasan Obyek wisata Bromo sore hari, bermalam di Cafe Lava Hostel di Bromo dan istirahat.

Hari 4 : Bromo Sunrise- Probolinggo – Surabaya 
Bromo Sunrise dimulai sekitar jam 03.30 dini pagi hari di jemput  dengan Jeep untuk menuju gunung Bromo menikmati matahari terbit, setelah puas kembali ke Cafe Lava, mandi, makan pagi, short break dan setelah chek out. diantar kembali ke Surabaya. Setelah tiba di Surabaya program Paket Trekking Semeru Bromo Tour berakhir.

Fasilitas Paket Trekking Semeru Bromo Tour :
 
- Privat Transport (Surabaya –Probolinggo- Bromo – Surabaya)
- Jeep 4x4 ( Bromo-Ranu Pane – Bromo )
- Penginapan 2 malam di Cafe Lava Hostel -Cemoro Lawang
- Logistik selama perjalanan 
- Guide
- Porter
- Makan sesuai program
- Peralatan camping dan masak
- Tiket masuk Semeru
- P3K
- Asuransi


Harga tidak termasuk :
* Pengeluaran pribadi



Wajib di persiapkan untuk mengambil Paket Tour Semeru :

-Foto copy KTP (Kartu Tanda Penduduk)
-Surat keterangan sehat dari dokter anda
-Obat-obatan pribadi
-Baju dan Jaket Hangat
-Sepatu Trekking.


Untuk Informasi, pemesanan atau perubahan paket pendakian gunung Semeru sesuai permintaan. silahkan langsung menghubungi saya

Iwan erfanto
081334917993 Or 082337779666
Email: iwanerfanto@gmail.com


Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Diperlukan waktu sekitar tiga sampai empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang, probolinggo atau Lumajang.

 "Pos Ranu Pani"
Pendakian diawali dari desa Ranu Pani setelah melalui pos pendaftaran dan pemeriksaan (Bagi setiap pendaki diharuskan membawa foto copy kartu identitas diri, surat ijin dari RT/RW atau kelurahan masing-masing dan surat keterangan sehat dari dokter). Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.


 Danau Ranu Pani

Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.




Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng.
Watu Rejeng
Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, xang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.

 

 Ranu Kumbolo
Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit.
Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.
Di sini terdapat batu "Prasasti Majapahit" yang bertuliskan huruf palawa (Jawa Kuno)
Batu Prasasti Kumbolo
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.
Oro-oro Ombo Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang. Setelah berjalan sekitar 1-2 jam, kita akan sampai di pos Jambangan. Dari sini, puncak Mahameru yang mempesona nampak jelas menjulang dengan kokohnya.
Puncak Mahameru dari pos Jambangan Berjalan hanya sekitar 15 menit saja, kita akan tiba di pos Kali mati yang sakral.Dinamakan Kali Mati karena di arela ini merupakan areal bekas sungai lava letusan Semeru yang saat ini menyisakan sungai kering yang sama sekali tidak mengalirkan air.. Dari sini puncak Mahameru semakin jelas terlihat. Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan*cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.
Pos Kali Mati

Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

   Jalur menuju Puncak

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.
Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.
Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

 








Puncak Mahameru
Iwan Erfanto (Right) with Mr. Angus Potter and Mr. Nicholas From USA


SEJARAH

Pendaki pertama


Litogr`fi berdasarkan lukisan Abraham Salm dengan pemandangan desa dan latar belakang Gunung Semeru (1865-1872)
Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.

Legenda gunung Semeru

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.
Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu d`pat diangkut dengan aman.
Dewa-Dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, xaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada s`at Sang Hyang Siwa datang ke pulau jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.
Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung di antara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman Dewata, Hyang, dan mahluk halus.

Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.
(SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru)

0 comments:

Post a Comment